
Minggu ceria
Untuk melepas lelah ,penat,capek selama seminggu masuk kerja .hari ini bersama anak-anak yang agak kurang waras kali yach.kami semua sepakat untuk naik bukit yang berada dekat rumah kami,(dasar kurang kerjaan ) semua wajib bangun pagi ,gak ada yang boleh telat bangun .ternyata jam 7.30 anak-anak sudah siap semuanya wah on time lho,,,
Persiapan yang harus di bawa pun juga dah siap semuanya ,mulai dari gitar,kodak yang pasti untuk ceprat-cepret sana sini dong ,makan dan minum gak ketinggalan . mulailah kami melewati celah kecil ,merangkak macem tahanan aja tapi semua nya tetep tersenyum dan tetep semangat .tapi perjalanan masih panjang ,kami harus terus naik-naik untuk sampai puncak bukit .
Kami lewat juga padang rumput yang hijau,masuk hutan yang penuh dengan alang-alang ,kami semua juga sempat mengeluh karena capek .melihat keatas awan mendung yang gelap ,tanda hari akan hujan nech.tetep aja semangat dasar anak –anak kurang waras ,sambil nyanyi-nyanyi “naik-naik kepuncak bukit tinggi-tinggi sekali “tak peduli akan cuaca yang mencemaskan .teruslah kami naik jalan yang penuh bebatuan yang tajam yang sempat kena salah seorang temen sampai kaki nya berdarah baru disadari lupa tidak membawa P3K ,walah kok iso lali piye tho mba’ mba’,,,,,
Dengan penuh perjuangan sampai lah pada puncak bukit,semuanya menghela nafas yang tinggal separuh itu.kami menikmati pemandangan dari puncak ,”ternyata bagus ,indah juga yang “ semua PT yang ada dikawasan muka kuning pun terlihat berderet kayak semut .udara yang segar yang selama ini tak pernah kami rasakan , karena kesibukan kami sebagai karyawan-karyawati sebuah PT,tak lama kami menikmati semua itu hujan turun dengan derasnya ,kami semua sibuk mecari tempat untuk berteduh .tapi hanya sia-sia belaka karena tak ada tempat untuk berteduh .dengan harapan moga hujan cepat redah kamipun tetep berdiri diatas bukit diterpa hujan yang semakin derasnya
Ternyata begitu lama hujan juga tak kunjung berhenti ,kami memutuskan untuk turun .wajah kami semua pucat karena kedingingan dan mengigil .gitar yang dibawa belum sempat kami main kan dipuncak bukit,Kodak yang dibawa belum sempat untuk berfoto-foto,bekal belum sempat kami makan (padahal udah kelaparan semua,,,),kamipun turun bukit dalam keadaan hujan yang makin derasnya,jalan terjal dan licin kami telusurin namum kami tak kuat menahan hujan ,masuklah kami kedalam hutan mungkin akan lebih aman dari serangan hujan pikir kami.Ternyata sama aja ,,,, hujan juga belum berhenti kami meneruskan perjalanan pulang , pada sebuah jalan turun yang harus kami lewati disitu jalan yang paling rawan,licin dan takut jatuh ,kami semua berderet dan berpegangan satu sama lain ,rasa persaudaran muncul seketika . saling tolong-menolong satu dengan yang lain .
Setelah melewati perjalananan panjang kami pun tiba di rumah ,juga dengan nafas yang tinggal separuh (untunglah kami semua masih hidup dengan nafas yang tinggal separuh-separuh itu yach ,,,,,)dan ternyata sesampai dirumah hujan berherti .dasar sial ,apes kali yach .lupa gak berdoa pas berangkat ,yach kayak ini lah kejadian nya .
Dalam keadaan basah kuyup kami pun menyantap makanan yang dari tadi Cuma dibawa naik ,turun .sambil merenunggi kejadian yang baru saja dialami
Dari situ kami ambil hikmahnya ,indahnya kebersamaan,rasa persahabatan ,peduli akan sesama ,dan kesabaran .”kalau tidak bisa hari ini mungkin masih ada hari esok”
“Perjalanan singkat yang diiringi hati putus asa ,rasa kecewa yang aku rasakan.
Thank’s buat temen-temen semua tanpa aku sadari kalian membawa aku untuk kembali tersenyum, hidup ini masih panjang ,jangan berhenti sampai disini karena
Putus cinta ,”
